Wednesday, 23 October 2019

POJOK SEMPIT GURU




Gu-Ru (diGUgu lan ditiRU) Buka (WaGU dan SaRU) 

sekilas dari pojok sempit guru | Sepintas Seorang guru berpenampilan rapi berdasi dan bersepatu menaiki sepeda motornya.
sekilas pandang orang yang melihat bergumam " Enak yah jadi guru mah, berangkat pagi pulang siang, liburan sekolah juga ikut libur tapi gaji tetap keluar"  hemst... hahaha...mereka yang sekedar melihat sepintas tidak salah mengatakan demikian, tapi tidak untuk saya dan jutaan tenaga wiyata bakti lainnya. dari penampilan menarik tersebut di atas bukan sebuah indikator bahwa  isi kantongnya juga tebal, justru kantong kami kering layaknya musim kemarau di tahun ini 2019 yang tak kunjung usai, bicara tentang materi saya sarankan jangan menjadi guru,hehehe. karena menjadi guru nanti anak istri anda akan dikasih makan kapur??, hahaha..mending jadi tukang macul atau kuli bangunan yang sudah jelas bisa dihitung penghasilannya kalo sehari 80rb dihitung saja sebulan berapa. sedangkan guru? punya 8 jam mengajar kali 20rb berapa?  seratus enam puluh ribu bro... duit segitu mana cukup buat biaya hidup?? beli beras, lauk, bensin, sabun, odol , sikat gigi belum lagi kopi dan r***k (umumnya laki-laki biasanya begitu) terus peralatan lainnya.. ga nutup sama sekali sama kebutuhan kita bro!!  
Stop!! Stop!! Stop!! jangan berfikir terlalu kerdil bro, pekerjaan guru adalah pekerjaan yang mulia, jangan orientasikan profesi guru hanya dengan material atau money oriented (itu menurut saya sih, tidak memaksa pemikiran anda harus sama dengan apa yang saya pikir, anda bebas mendefinisikannya) karena menurut saya itu akan mengurangi keberkahan rizqi yang kita terima. nyatanya mayoritas guru honorer di Indonesia mampu menghidupi diri dan keluarganya dari honor yang tidak seberapa. kuncinya apa?
kemudian kenyataanya fakultas pendidikan overload oleh pendaftar ini memberikan gambaran kepada kita bahwasanya banyak warga negara indonesia yang ingin menjadi guru, walopun honor seorang guru honorer tidak menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarga. namun tidak sedikit pula sih diantara guru yang mengandalkan honornya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.. lantas apa yang harus kita lakukan?
pada suatu saat (kalo tidak salah pasca Mbah Kyai Maimun Zubair wafat) pojok sempit guru mendapat kiriman WA yang berisi pengendika (Ucapan/ Wejangan) beliau kurang lebihnya "Kalo kamu jadi guru atau dosen kamu harus memilki pekerjaan sampingan agar hidupmu tenang dan rizkimu barokah" (kalo ada yang salah mohon dikoreksi) menurut saya makna kalimat tersebut sangat dalam, artinya apa, apabila kita memilih profesi sebagai seorang guru atau dosen maka kita harus memiliki pekerjaan sampingan, pekerjaan sampingan itu banyak sekali macamnya (nguli, dagang, jualan online, bisnis online, ojol, dll) hal ini dimaksudkan apabila honor yang kita terima dari profesi guru tidak mencukupi atau bahkan 2-3 bulan BOS belum cair (otomatis guru honorer seperti saya kan ga dapet gaji, ##pengalaman pribadi.com) bisa dicukupi oleh penghasilan dari pekerjaan sampingan tersebut. Memang betul adanya yang ditulis oleh mbah Yai Maimun bahwasanya rizqi itu akan datang dari berbagai penjuru, bukan hanya dari profesi guru saja syaratnya adalah Iklhlas dan Bersyukur Insyaalloh Alloh akan menambahkannya yang lebih banyak lagi. Oleh karena itu pesan " pojok sempit guru " kepada semua teman guru honorer Indonesia mari kita belajar ikhlas mengerjakan tugas dan kewajiban kita sebagai guru dan belajar bersyukur dengan apa yang kita dapatkan saat ini, insyaalloh dengan bermodal ikhlas dan bersyukur Alloh akan memberikan yang lebih dari yang kita harapkan.
Semoga dapat menjadi renungan kita saat ini dan mendatang. ## pojok sempit guru
Reactions:

0 comments: