Saturday, 26 October 2019

CERPEN SINGKAT



Ketika mengingat peristiwa ini saya kadang selalu nyengir-nyengir sendiri. Kok bisa yah.. kejadian unik itu terjadi.. kejadian apa sih?? penasaran yah ...agar cerita itu teringat sampai anak cucuku nanti saya coba tuangkan dalam sebuah cerpen singkat yang lucu. semoga ini bisa menghilangkah sedikit kesedihanmu...cie cie... udah dech gak usah bertele-tele kalo mau cerita-cerita aja ga usah banyak cingcong...apalagi pake lama ..yuk simak saja ceritanya dengan judul ....

TUKANG OJEK PENUMPANGE KERI

Pada suatu hari ada seorang ibu-ibu sebut saja  namanya Jannah ingin pergi ke pasar. Ia menunggu sedang duduk diatas batu menunggu tukang ojek di pinggir jalan sambil menenteng krendeng belanja untuk wadah minyak, bawang, cabe, terasi dan lain-lain nanti saat pulang dari pasar. Waktu itu sekitar tahun 1995an jadi angkutan yang ada di desa saya baru ada ojek saja itupun masih jarang sekali. (Maklum desaku kan pelosok bingits listrik saja baru masuk tahun 1996) Setelah sekian lama menunggu datanglah dari arah barat tukang ojek dengan kuda besinya (kalo ga salah motornya TRS) dan yu Jannahpun melambaikan tangannya sebagai tanda menyuruh berhenti. Sruuuttt...berhentilah tukang ojek itu dan langsung bertanya “ Ngetan apa yu?” “iya man” jawab yu Jannah dengan nada berbunga-bunga karena yang ditunggu akhirnya datang juga, tanpa pikir panjang tukang ojek itu langsung menyetater motornya dan wreng-wreng-wreng-wreng (tanda gas di tarik) dan mempersilakan yu Jannah untuk naik, belum sempat yu jannah naik tanpa menengok kebelakang paman ojek sudah tanjab gas (wreeengggggggggg motor melaju dengan gagahnya di atas jalan berbatu) dan yu Jannah berteriak-teriak...man...man... aku ketinggalan...man... man...aku ketinggalan (Paman ojek saya ketinggalan) tetapi paman ojek terus melaju tidak mendengar teriakan yu jannah dan terus menancap gas motornya dengan gagah berani.
Sekitar 5 menitan berlalu sampailah tukang  ojek di tikungan kedungbanteng dan bertanya kepada Yu Jannah  “pan borong daging apa yu kayog kadingaren maring pasar?” (mau borong daging bu? tumben ke pasar?) tidak ada jawaban dari yang ditanya kemudian paman ojek menoleh kebelakang “loh...!! yu jannah rigel ning ndi?” (wah!! Bu Jannah jatuh dimana?) tanpa pikir panjang paman ojek balik kanan dan menuju tempat tadi bertemu yu Jannah. Dalam perjalanan dia bertanya-tanya sendiri “ apa yu Jannah tiba? apa miki durung numpak terus akune wis jalan yah?? Muga-muga yu jannah nesih ning nggon miki” (Apa Bu Jannah jatuh? atau belum naik tapi saya sudah jalan duluan yah? semoga bu jannah masih di tempat yang tadi) ternyata betul apa yang difikirkan oleh paman ojek selama dalam perjalanan tadi, ternyata Yu Jannah sedang duduk menunggu dan keningnya berkerut saat melihat paman ojek datang. Dan dengan nada bersalah Paman Ojekpun berkata “ Ngampurane yu..ujarku miki rika wis numpak, terus pas ditakoni ning tikungan kedungbanteng deneng ora dijawab, aku nglinguk mburi lah! deneng langka wong, aku nembe sadar ternyata sing kene anjog kedungbanteng aku ora nggawa penumpang, penumpange keri”(saya minta maaf bu..saya kira anda tadi sudah naik, terus pas sampai di tikungan kedungbanteng saya tanyain, kok tidak dijawab, terus saya tengok kebelakang loh! kok tidak ada penumpang, saya baru sadar ternyata dari sini sampai kedungbanteng saya tidak membawa penumpang, penumpangnya ketinggalan). Kemudian dengan nada ketus Yu Jannah berkata “ rikane bae di celuki kosih rosa nemen ya ora krungu!, ya wis yuh wis awan koh mangkat!.” (Kamunya saja dipanggilin sampai keras sekali ga dengar, ya sudah, sudah siang yuk berangkat) 
Akhirnya berangkatlah Yu Jannah dengan Paman Ojek ke Pasar dengan membawa cerita lucu.
Ini cerpen singkat aku...mana cerpen singkat kamu??   

Reactions:

1 comments:

Kev said...

Wiiih keren. Ditunggu artikel selanjutnya.